Total Tayangan Laman

Senin, 26 Desember 2011

PENERAPAN METODE PRAKTIKUM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS III SDN 2 KARANGGANDU TRENGGALEK


LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS


PENERAPAN METODE PRAKTIKUM
DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS III SDN 2 KARANGGANDU TRENGGALEK








Oleh :
SUNARSIH
NIM. 814528971




PROGRAM STUDI S1 PGSD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ MALANG
2009

HALAMAN PENGESAHAN

Judul                         :   PENERAPAN METODE PRAKTIKUM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS III SDN 2 KARANGGANDU, WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK
Peneliti                      :   Sunarsih
Mata Pelajaran          :   IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Sekolah                     :   SDN 2 Karanggandu, Kecamatan Watulimo
                                      Kabupaten Trenggalek
Waktu Pelaksanaan   :   13 April – 4 Mei 2009
Masalah yang menjadi fokus penelitian :
1.      Rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran IPA
2.      Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran
3.      Hasil belajar siswa rendah
                                        




Pembimbing




Drs. SULISETIJONO, M.Si
NIP. 131944120
Watulimo, 30 Mei 2009

Peneliti




SUNARSIH
NIM. 814528971

                                                                                                      

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang senaNtiasa melimpahkan rahmatnya sehingga penyusunan laporan penelitian PTK Perbaikan Pembelajaran IPA ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam penyusunan laporan penelitian PTK ini, tentunya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini perlu disampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada :
1.      Drs. Sulisetijono, M.Si selaku dosen pembimbing peneliti selama penyusunan laporan yang memberikan bimbingan dengan penuh perhatian dan penuh kesabaran.
2.      Badriyah, S.Pd selaku rekan sejawat yang telah membantu melakukan observasi dan banyak memberikan masukan kepada peneliti.
3.      Sutoyo, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 2 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek yang telah memberikan ijin dan berbagai fasilitas sekolah selama penelitian.
4.      Siswa kelas III SDN 2 Karanggandu, Watulimo, Trenggalaek yang telah banyak berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan perbaikan dalam PTK.
Peneliti menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya laporan penelitian ini.


Trenggalek, 30 April 2009


Penulis




DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul.............................................................................................         i
Lembar Pengesahan.....................................................................................         ii
Kata Pengantar............................................................................................         iii
Daftar Isi......................................................................................................         iv
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................         1
A.    Latar Belakang.......................................................................................         1
1.      Identifikasi Masalah........................................................................         1
2.      Analisis Masalah..............................................................................         2
B.     Rumusan Masalah..................................................................................         2
C.     Tujuan Penelitian...................................................................................         3
D.    Manfaat Penelitian.................................................................................         3
1.      Manfaat penelitian bagi siswa..........................................................         3
2.      Manfaat penelitian bagi guru...........................................................         3
3.      Manfaat penelitian bagi sekolah......................................................         4
BAB II KAJIAN PUSTAKA.....................................................................         5
A.    Hakikat IPA.....................................................................................         5
B.     Pembelajaran IPA............................................................................         5
C.     Implementasi Metode Praktikum dalam Pembelajaran IPA............         7
BAB III  PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN.............         9
A.    Subyek Penelitian..................................................................................         9
B.     Deskripsi Per Siklus...............................................................................         9
1.      Siklus I.............................................................................................         9
2.      Siklus II...........................................................................................         11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..........................         14
  1. Deskripsi Per Siklus.........................................................................         14
  2. Pembahasan.....................................................................................         20
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN....................................................         22
  1. Kesimpulan......................................................................................         22
  2. Saran................................................................................................         22
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................         23
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan saja tetapi juga merupakan proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari.
Mata pelajaran IPA di SD bertujuan agar peserta didik memiliki : (1) Keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (2) Mengembangkan pemahaman tentang gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari (3) Meningkatkan kesadaran dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam (4) Meningkatkan pengetahuan konsep dan ketampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya (KBK 2002 dalam Hernawan, dkk., 2008:8.28). IPA sangat penting untuk dipelajari siswa. Jika pemahaman siswa terhadap IPA kurang baik, maka akan berakibat siswa kurang berhasil dalam kehidupan kelak dan kurang memperoleh bekal untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.
Dalam pembelajaran IPA di kelas III SDN 2 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek mengalami beberapa permasalahan diantaranya, siswa sulit memahami konsep-konsep IPA yang diterangkan guru dan siswa terlihat kurang aktif dalam pembelajaran IPA. Dari 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan mempunyai nilai mata pelajaran IPA yang beragam yaitu 10% siswa pandai, 15% siswa sedang dan 75% siswa kurang dengan nilai rata-rata dalam satu kelas, 5,5.
Kendala dan kesulitan ini harus segera dicari pemecahannya agar siswa tidak terlalu jauh ketinggalan dari sekolah lain. Oleh sebab itu perlu ditindak lanjuti melalui perbaikan pembelajaran IPA melalui penelitian tindakan kelas (PTK).

1.      Identifikasi Masalah
1
 
Hasil observasi terhadap pembelajaran IPA dikelas III SDN 2 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek pada pokok bahasan ”Jenis-jenis Gerak dari 21 siswa, 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan didapatkan fakta bahwa siswa sulit memahami konsep-konsep IPA yang diterangkan guru. Siswa terlihat kurang aktif dalam belajar, sebagai akibatnya nilai siswa dalam mata pelajaran IPA rendah yaitu dengan nilai rata-rata 5,5.
Fakta lain adalah bahwa dalam pembelajaran IPA, guru (peneliti) kurang memperhatikan siswa dalam menggunakan alat peraga sehingga siswa tidak paham apa yang dipelajari.

2.      Analisis Masalah
   Dari identifikasi masalah diatas, didapatkan bahwa akar permasalahan adalah pembelajaran IPA yang kurang melibatkan siswa dan guru tidak memperhatikan percobaan yang dilakukan siswa.
Oleh sebab itu pembelajaran tersebut harus diganti dengan pembelajaran yang lebih melibatkan siswa baik secara fisik dan mental, menggunakan alat peraga dan memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksperimen, melakukan observasi, melakukan pengukuran dan seterusnya. Tapi eksperimen yang dilakukan siswa masih perlu bimbingan guru secara memadai karena siswa belum terbiasa melakukan eksperimen.
   Pembelajaran IPA dengan melibatkan siswa dan melakukan eksperimen/percobaan ini semakin terasa penting dan merupakan suatu keharusan karena siswa kelas III rata-rata umur 10 tahun dimana tingkat perkembangan intelektualnya (daya nalarnya)masih pada tingkat kongkret. Jadi mereka akan mudah mempelajari IPA jika mereka terlibat langsung, melakukan eksperimen/percobaan, melakukan observasi melakukan pengukuran dan seterusnya.
Pembelajaran yang paling tepat untuk mempelajari IPA sebagaimana dikemukakan diatas adalah pembelajaran IPA dengan menggunakan metode praktikum. Metode praktikum akan menjamin terjadinya pembelajaran yang aktif dan kreatif bagi siswa dan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran serta menyenangkan.

B.     Rumusan Masalah
   Berdasarkan latar belakang masalah, maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Pembelajaran IPA dengan metode praktikum dapat meningkatkan keaktifan siswa.
2.      Pembelajaran IPA dengan metode praktikum dapat meningkatkan prestasi siswa.

C.    Tujuan Hasil Perbaikan Belajar
   Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapatlah dirumuskan tujuan perbaikan belajar adalah sebagai berikut:
1.      Pembelajaran IPA dengan metode praktikum dalam meningkatkan keaktifan siswa.
2.      Pembelajaran IPA dengan metode praktikum dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

D.    Manfaat Hasil Perbaikan Pembelajaran
1.      Bagi Siswa
   Bagi siswa penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut:
a.  Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran IPA baik secara mental maupun fisik.
b.   Pengetahuan yang diperoleh siswa akan mempunyai daya ingatan yang baik dan lama.
c.  Penelitian ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi IPA

2.      Bagi Guru
   Bagi guru, penelitian ini mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut:
a.   Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran IPA yang dikelolanya
b.  Dengan melakukan penelitian ini guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran IPA yang dikelolanya.
c.   Melalui penelitian ini guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sendiri khususnya dalam pembelajaran IPA.


3.      Bagi Sekolah
   Penelitian ini juga bermanfaat bagi sekolah sebagai berikut:
      Sekolah mempunyai kesempatan yang besar untuk berkembang pesat. Berbagai perbaikan khususnya dalam pembelajaran IPA akan dapat diwujudkan seperti penanggulangan berbagai masalah belajar IPA, perbaikan kesalahan konsep IPA serta penanggulangan berbagai kesulitan mengajar IPA yang dialami oleh guru.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Hakikat IPA
   Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui kumpulan data dengan eksperimen,pengamatan, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya.
Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) Kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati, (2) Kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati, (3) Dikembangkannya sifat ilmiah. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, memahami jawaban, menyempurnakan jawaban tentang “apa”, ”mengapa”, dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah (KBK 2002, dalam Hernawan dkk., 2008:8.28)
Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri meliputi mengidentifikasi masalah, menyusun hipotesa, memprediksi konsekuensi dari hipotesis, melalui eksperimen untuk menguji prediksi, dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotetis, prediksi, dan eksperimen.

B.     Pembelajaran IPA
Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Pendidikan IPA di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada metode ilmiah.
7
 
Tugas guru dalam mengajar antara lain adalah membantu transfer belajar. Tujuan transfer belajar adalah menerapkan hal-hal yang telah dipelajari itu dibuat umum sifatnya. Melalui penugasan dan diskusi kelompok misalnya seorang guru dapat membantu transfer belajar. Oleh karena itu fakta, ketrampilan, konsep dan prinsip yang diprelukan untuk terjadinya transfer belajar sudah dikuasai para siswa yang sedang belajar. (Sutarno dkk., 2007:8.5).
Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”, hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Ketrampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan ketrampilan proses penyelidikan yang mengamati, mengukur, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan, mengklarisifikasikan, mengolah,dan menganalisis data, menerapkan ide pada situasi baru, menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara, yaitu dengan gambar, lisan, tulisan, dan sebagainya.
Carin dalam (Sutarno dkk., 2007:9.3) menyampaikan beberapa alasan tentang pentingnya ketrampilan proses, yaitu: (1) dalam prakteknya apa yang dikenal dalam IPA merupakan hal yang tidak terpisahkan dari metode penyelidikan. Mengetahui IPA tidak sekedar mengetahui materi IPA saja tapi terkait pula dengan mengetahui bagaimana caranya untuk mengmpulkan fakta dan menghubungkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan; (2) ketrampilan proses IPA merupakan ketrampilan proses belajar sepanjang hayat yang dapat digunakan bukan saja untuk mempelajari berbagai macam ilmu tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Melalui ketrampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu, jujur, sabar terbuka, tidak percaya tahayul, kritis, tekun, ulet, cermat, disiplin, peduli terhadap lingkungan, memperhatikan keselamatan kerja, dan bekerja sama dengan teman sekelas dalam kelompok.
   Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD sebaiknya: (1) memberikan pengalaman kepada peserta didik sehingga mereka kompeten dalam melakukan percobaan, (2) menanamkan kepada peserta didik pentingnya pengukuran, pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah, (3) latihan berfikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika yaitu sebagai penerapan matematika dalam masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam, (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan penjelasan berbagai gejala dan kemampuan IPA dalam menjawab berbagai masalah.
Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam sekitar.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah yang dapat diidentifikasikan, penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Di tingkat SD diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains,Lingkungan,Teknologi,dan Masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan bekerja ilmiah secara bijaksana.

C.    Implementasi Metode Praktikum dalam pembelajaran IPA
Dalam strategi pembelajaran dikenal adanya metode pembelajaran praktikum yang bisa menciptakan situasi dan kondisi kelas yang terorganisir, sehingga bisa memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu,dalam diri siswa itu sendiri bisa terjadi komunikasi antar siswa dalam kelompok, kelompok dengan kelompok dan siswa dengan guru sehingga siswa bisa aktif, kreatif dan menyenangkan. Selama ini pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode pemberian tugas sehingga siswa menjadi pasif dan sukar memahami materi.
   Dalam teori Piaget tampak lebih banyak digunakan dalam praktek pendidikan atau proses pembelajaran,meski teori ini bukanlah teori mengajar. Menurut Piaget (William C.Crain, 1980:98) dalam ( Samsudin, 2006:1.7) adalah benar bahwa belajar itu tidak berpusat pada guru, tetapi anak harus lebih aktif. Oleh karenanya peserta didik harus dibimbing katif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya materi yang dipelajari harus menarik minat belajar peserta didik dan menantang sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Melalui pembelajaran metode praktikum ini memberikan kebaikan-kebaikan sebagai berikut: (1) Meningkatkan potensi intelektual siswa, karena siswa diberi kesempatan untuk mencari dan menemukan sendiri konsep, hukum dan teori; (2) Siswa akan memperoleh kepuasan intelektual secara intrinsik; (3) Siswa mampu belajar bagaimana melakukan penemuan, hanya melalui proses penemuan itu sendiri; (4) Memperpanjang proses ingatan atau lebih lama diingat; (5) Pengajaran lebih berpusat pada anak. Proses belajar meliputi semua aspek yang menunjang anak menuju kepembentukan manusia yang berfungsi penuh. Kalau diperhatikan pengajaran yang menggunakan metode praktikum maka terlihat bahwa siswa tidak hanya belajar tentang konsep-konsep atau prinsip-prinsip, tetapi juga tentang pengarahan diri sendiri dan teman lain, tanggung jawab, komunikasi sosial dan sebagainya.
Implementasi pembelajaran IPA SD dengan metode praktikum adalah sebagai berikut: (1) Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dan tiap kelompok beranggota secara heterogen. Artinya dalam suatu kelompok terdiri dari siswa pandai, siswa rata-rata, dan siswa kurang. Tiap kelompok beranggotakan 5 atau 6 siswa; (2) Guru bersama siswa menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran; (3) Guru menyiapkan LKS untuk memandu dan mengarahkan siswa dalam belajar dengan dengan melakukan kegiatan percobaan dibawah bimbingan guru secara penuh; (4) Sebelum siswa melakukan percobaan secara kelompok, guru mengarahkan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam melakukan percobaan; (5) Pada saat metode praktikum siswa melakukan percobaan guru secara penuh melakukan bimbingan secara penuh kepada semua kelompok siswa; (6) Selesai melakukan percobaan,guru mengingatkan kelompok untuk menganalisis hasil percobaan sesuai dengan petunjuk dalam LKS; (7) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas untuk kemudian didiskusikan dengan kelompok lainnya di bawah bimbingan guru; (8) Akhirnya guru memberikan penekanan kepada konsep yang benar.



BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.    Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Karanggandu Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dimulai pada 14 April-21 April 2009 dengan materi pelajaran IPA kelas III semester II tahun pelajaran 2008/ 2009 tentang Jenis-jenis Gerak dan Hal-hal yang Mempengaruhi Gerak Benda.
Siswa kelas III SDN 2 Karanggandu jumlah siswanya 21 orang, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Kemampuan intelektual para siswa bervariasi, ada yang kemampuan intektualnya tinggi, ada yang sedang dan ada yang kurang. Ditinjau dari social ekonomi orang tua siswa sebagian besar adalah nelayan.

B.     Deskripsi Siklus
Siklus Pertama (I)
1.      Tahap Refleksi Awal
Refleksi awal dilakukan terhadap hasil observasi awal pelaksanaan pembelajaran IPA dan hasil belajar IPA sebelum perbaikan dilakukan. Hal ini telah dilakukan pada Bab I pada sub bab tentang Analisis Masalah dan Rumusan Masalah. Dari refleksi ini menghasilkan rencana pembelajaran IPA dengan menggunakan metode praktikum.

2.      Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini adalah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan perbaikan, yaitu:
a.     Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran tentang jenis-jenis gerak (Lampiran 1).
b.     Penyusunan skenario pembelajaran.
c.     Penyusunan Pedoman Penilaian proses pembelajaran Jenis-jenis gerak berdasarkan praktikum.
d.     Penyusunan ulangan harian tentang jenis-jenis gerak.
9
 
e.     Penyiapan alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran serta mencoba melakukan percobaan untuk memastikan eksperimen yang dirancang dapat dilakukan oleh siswa dengan baik.
3.      Tahap Pelaksanan
a.     Persiapan Pelaksanaan
Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, dalam hal ini kertas, bola bekel serta mencoba melakukan praktikum untuk memastikan eksperimen yang dilakukan berhasil.
b.   Tahap Pelaksanaan Tindakan
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPA ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.     Siswa dibagi dalam kelompok dan tiap-tiap kelompok beranggotakan secara heterogen, artinya dalam satu kelompok siswa pandai, siswa rata-rata dan siswa kurang. Tiap kelompok beranggotakan 5 anak.
2.     Guru bersama siswa menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran untuk materi jenis-jenis gerak.
3.     Guru menyiapkan LKS (Lampiran 2) untuk memandu dan mengarahkan siswa dalam belajar jenis-jeins gerak.
4.     Pada saat kelompok siswa melakukan percobaan guru memberikan bimbingan kepada kelompok siswa.
5.   Selesai melakukan percobaan, guru mengingatkan siswa untuk berdiskusi menganalisis hasil percobaan dengan petunjuk LKS.
6.     Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya tentang jenis-jenis gerak, untuk kemudian didiskusikan dengan kelompok lainnya dibawah bimbingan guru.

4.      Tahap Pengamatan
Pengamatan dilakukan dengan menggunakan instrument sebagai berikut:
a.       Lembar observasi (Lampiran 3) untuk mencatat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran.
b.      Tes akhir siklus (Lampiran 4) untuk mengetahui hasil belajar siswa

Data dan Sumber Data
No
Yang diamati
Instrument
Sumber
1.
Keaktifan siswa
Lembar observasi
Siswa
2.
Hasil belajar siswa
Tes akhir siklus I
Siswa



5.      Refleksi
Dalam pelaksanaan siklus I siswa aktif dalam pembelajaran namun belum semuanya. Hasil belajarnya sudah meningkat namun belum maksimal karena pada saat mengisi LKS kurang mendapat perhatian dari guru, sehingga terjadi kesalah pahaman dalam pengisian LKS.

Siklus Kedua (II)
1.      Tahap Refleksi Awal
Hasil refleksi pertama dianalisis baik proses maupun hasil belajar siswa. Dari hasil analisis maka harus dipilih proses yang bagus dan proses yang perlu diadakan perbaikan. Sedangkan hasil belajar siswa dapat dibandingkan sebelum dengan sesudah diterapkannya metode praktikum.
Hasil analisis terhadap siklus pertama tersebut kemudian direfleksikan kedalam siklus kedua. Pada siklus kedua ini, materi yang dibahas adalah materi yang mempunyai kesulitan seimbang dengan materi siklus pertama.
Adapun hasil analisis refleksi awal dari siklus pertam adalah bahwa saat siswa mengisi LKS kurang mendapat bimbingan guru, sehingga terjadi kesalah pahaman pengisian LKS.

2.      Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini adalah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan perbaikan yaitu:
a.     Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran tentang hal-hal yang    mempengaruhi gerak benda
b.     Penyusunan skenario pembelajaran
c.     Penyusunan pedoman penilaian proses pembelajaran tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
d.     Penyusunan pedoman keaktifan siswa dalam proses pembelajaran hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
e.     Penyusunan ulangan harian tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak benda

3.      Tahap Pelaksanaan
a.       Persiapan Pelaksanaan
Penyiapan alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dalam hal ini adalah papan, kertas, bola bekel, air dan LKS serta mencoba melakukan percobaan untuk memastikan praktikum yang dilakukan siswa sudah benar.
b.      Tahap Pelaksanaan Tindakan
Dalam palaksanaan perbaiakan pembelajaran IPA ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Siswa dibagi dalam kelompok dan tiap kelompok beranggotakan secara heterogen, artinya dalam satu kelompok terdiri atas siswa pandai, siswa rata-rata, dan siswa kurang. Tiap kelompok beranggotakan 5 orang.
2)      Guru bersama siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran untuk materi hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.
3)      Guru menyiapkan LKS untuk memandu dan mengarahkan siswa dalam belajar hal-hal yang mempengaruhi gerak benda dengan melakukan percobaan dibawah bimbingan guru secara penuh.
4)      Selesai melakukan percobaan, guru mengingatkan kelompok siswa untuk menganalisa hasil percobaan sesuai pada petunjuk LKS.
5)      Guru berkeliling membimbing masing-masing kelompok siswa untuk mengisi LKS
6)      Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.
7)      Akhirnya guru memberikan penekanan terhadap konsep-konsep yang berkaitan dengan hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.

4.      Tahap Pengamatan
            Pengamatan dilakukan dengan menggunakan instrument sebagai berikut:
a.       Lembar observasi untuk mencatat aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran
b.      Tes akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar siswa 

                        Data dan sumber data
No
Yang diamati
Instrument
Sumber
1.
Keaktifan siswa
Lembar observasi
Siswa
2.
Hasil belajar siswa
Tes akhir siklus II
Siswa

5.      Refleksi
            Berdasarkan pengumpulan data pada siklus II terjadi kenaikan yang signifikan pada model pembelajaran menggunakan metode praktikum. Keaktifan siswa meningkat, karena guru lebih aktif membimbing siswa ketika siswa mengerjakan LKS. Hasil penelitian perbaikan siklus II digunakan sebagai pembahasan tindakan metode praktikum.



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi per Siklus
1.      Siklus I
            Pada siklus I siswa hadir semua dan mengikuti pembelajaran dengan tertib. Siswa aktif dalam pembelajaran IPA tentang Jenis-jenis Gerak, guru menggunakan metode praktikum.
Guru melakukan pembelajaran sesuai rencana perbaikan pembelajaran. Pada awal kegiatan guru memberi pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswa tentang jenis-jenis gerak dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti guru membagi kelas menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok 4 siswa dengan kemampuan intelektual yang berbeda-beda, mulai dari tingkat intelektual tinggi rata-rata dan rendah, siswa melakukan praktikum, melakukan tanya jawab tentang hasil praktikum, mendiskusikan kesimpulan dengan kelompoknya masing-masing, mengisi LKS, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan guru memberikan pemantapan materi. Pada kegiatan akhir adalah penerapan konsep dan evaluasi. Hasil pengamatan aktivitas siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.1 Keaktifan siswa
No
Aktifitas Siswa
Prosentase Siklus I
1.
 Mengajukan pertanyaan
63,49
2.
 Menjawab pertanyaan
66,66
3.
Pengamatan
74,60
4.
 Praktikum
66,66
5.
Identifikasi
74,60
6.
 Berdiskusi
74,60
7.
Ketepatan mengumpulkan tugas
74,60

 Rata-Rata
70,74

Keterangan :
75 %  -   100 % =   Baik sekali
50 %  -  75 %    =   Baik
25 %  -  50 %    =   Kurang
14
 
 0  %   -  25 %    =   Kurang Sekali
Sedangkan hasil belajar dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.2 Hasil belajar ditinjau dari ulangan harian pada siklus I
No
Nama Siswa
Nilai Ulangan Harian
1.
 Rio Sunu Pangestu
70
2.
 Rulianto
60
3.
 Anjar Mahfudiah
60
4.
 Rizal Nur Efendi
50
5.
 Sukma Elgi Sundari
80
6.
 Yulita Susanti
80
7.
 Ali Mustofa
60
8.
 Anggi Tegar Puthi Edi M
50
9.
 Ayim Pradinda Yuliansah
70
10.
 Awang Nugiansari
60
11.
 Bagus Elviandi
70
12
 Dwi Wahyuni
60
13
 Englis Prayoga
70
14.
 Ervi Resdianti
60
15.
 Fery Bima Nova E
70
16.
 Heru Prayoga
60
17.
 Eksandi Bayu J.S
50
18.
 Indha Dwi Saputra
80
19.
 Jesica Ardayupa Nindi D
70
20.
 Jessixe Brili W.A
60
21.
 Ven Ferari
50

 Rata-Rata
61, 47

Keterangan :
75 %  -   100 % =   Baik sekali
50 %  -  75 %    =   Baik
25 %  -  50 %    =   Kurang
 0  %   -  25 %    =   Kurang Sekali

Dari tabel keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada siklus I tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan siswa mencapai 70,74% da hasil belajar siswa ditinjau dari ulangan harian 61,47%. Berarti pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dapat dilaksanakan dengan baik tapi belum mencapai hasil yang maksimal karena guru dan siswa belum berpengalaman sehingga sering terjadi kesalahfahaman.

2.      Siklus II
            Pada siklus II siswa juga hadir semua dan mengikuti pembelajaran sampai selesai. Keaktifan siswa dalam siklus ini meningkat.
            Guru melakukan pembelajaran sesuai rencana perbaikan pembelajaran. Pada kegiatan awal guru bertanya kepada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa tentang Hal-hal yang Mempengaruhi Gerak Benda dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, pertama guru membentuk kembali kelompok yang sudah terbentuk pada siklus I, guru menunjukkan kertas, papan, bola bekel yang sudah dibawa dan siswa mengamati, siswa lalu melakukan praktikum sendiri, tanya jawab antara siswa yang melakukan praktikum, diskusi kelompok, mengerjakan LKS dengan bimbingan guru, membacakan hasil dan pemantapan materi oleh guru. Pada kegiatan akhir siswa mengerjakan evaluasi berdasarkan apa yang telah dipelajari. Hasil pengamatan aktivitas siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.3 Keaktifan siswa
No
Aktifitas Siswa
Prosentase Siklus II
1.
 Mengajukan pertanyaan
73,01
2.
 Menjawab pertanyaan
76,19
3.
Pengamatan
85,71
4.
 Praktikum
76,19
5.
Identifikasi
85,71
6.
 Berdiskusi
85,71
7.
Ketepatan mengumpulkan tugas
85,71

 Rata-Rata
81,17

Keterangan :
75 %  -   100 % =   Baik sekali
50 %  -  75 %    =   Baik
25 %  -  50 %    =   Kurang
 0  %   -  25 %    =   Kurang Sekali
Sedangkan hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4 Hasil belajar ditinjau dari ulangan harian pada siklus II
No
Nama Siswa
Nilai Ulangan Harian
1.
 Rio Sunu Pangestu
80
2.
 Rulianto
70
3.
 Anjar Mahfudiah
80
4.
 Rizal Nur Efendi
70
5.
 Sukma Elgi Sundari
90
6.
 Yulita Susanti
90
7.
 Ali Mustofa
80
8.
 Anggi Tegar Puthi Edi M
70
9.
 Ayim Pradinda Yuliansah
80
10.
 Awang Nugiansari
70
11.
 Bagus Elviandi
80
12.
 Dwi Wahyuni
80
13.
 Englis Prayoga
80
14.
 Ervi Resdianti
70
15.
 Fery Bima Nova E
80
16.
 Heru Prayoga
70
17.
 Eksandi Bayu J.S
70
18.
 Indha Dwi Saputra
90
19.
 Jesica Ardayupa Nindi D
80
20.
 Jessixe Brili W.A
70
21.
 Ven Ferari
70

 Rata-Rata
77, 14

Keterangan :
75 %  -   100 % =   Baik sekali
50 %  -  75 %    =   Baik
25 %  -  50 %    =   Kurang
 0  %   -  25 %    =   Kurang Sekali

Dari tabel keaktifan siswa dan hasil belajar siswa pada siklus II tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan siswa mencapai 81,17% da hasil belajar siswa ditinjau dari ulangan harian 77,14%. Berarti pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dapat mengalami peningkatan yang signifikasn. Ini dikarenakan antara siswa dan guru sudah memiliki pengalaman yang cukup menggunakan metode praktikum.
            Data yang diamati dalam perbaikan pembelajaran adalah:
Siklus I
Tabel I
No.
Nama
          Aspek Yang Dinilai
Bertanya
Mengajukan
Pengamatan
Diaknitum
Indentifikasi
Diskusi
Ketepatan mengumpul
Rata-rata
1
 Rio Sunu Pangestu
3
3
3
3
3
3
3
3
2
 Rulianto
1
3
2
2
2
2
2
2
3
 Anjar Mahfudiah
3
3
3
3
3
3
3
3
4
 Rizal Nur Efendi
1
1
1
1
1
1
1
1
5
 Sukma Elgi Sundari
3
3
3
3
3
3
3
3
6
 Yulita Susanti
2
2
2
2
2
2
2
2
7
 Ali Mustofa
3
3
3
3
3
3
3
3
8
 Anggi Tegar P
1
1
1
1
1
1
1
1
9
 Ayim Pradinda Y
3
3
3
3
3
3
3
3
10
 Awang Nugiansari
3
3
3
3
3
3
3
3
11
 Bagus Elviandi
1
1
1
1
1
1
1
1
12
 Dwi Wahyuni
3
3
3
3
3
3
3
3
13
 Englis Prayoga
1
1
1
1
1
1
1
1
14
 Ervi Resdianti
3
1
2
2
2
2
2
2
15
 Fery Bima Nova E
2
2
2
2
2
2
2
2
16
 Heru Prayoga
1
1
2
2
3
3
2
2
17
 Eksandi Bayu J.S
3
3
3
3
3
3
3
3
18
 Indha Dwi Saputra
1
1
1
1
1
1
1
1
19
 Jesica Ardayupa N
2
3
1
1
1
1
1
1
20
 Jessixe Brili W.A
3
3
3
3
3
3
3
3
21
 Ven Ferari
1
1
1
1
1
1
1
1

Jumlah
44
45
44
44
45
45
44
44

Prosentase
69,84
71,42
69,84
69,84
71,42
71,42
69,84
69,84

Siklus II
Tabel II
No.
Nama
          Aspek Yang Dinilai
Bertanya
Mengajukan
Pengamatan
Diaknitum
Indentifikasi
Diskusi
Ketepatan mengumpul
Rata-rata
1
 Rio Sunu Pangestu
3
3
3
3
3
3
3
3
2
 Rulianto
3
3
3
3
3
3
3
3
3
 Anjar Mahfudiah
3
3
3
3
3
3
3
3
4
 Rizal Nur Efendi
2
2
2
2
2
2
2
2
5
 Sukma Elgi Sundari
3
3
3
3
3
3
3
3
6
 Yulita Susanti
2
2
2
2
2
2
2
2
7
 Ali Mustofa
3
3
3
3
3
3
3
3
8
 Anggi Tegar P
2
2
2
2
2
2
2
2
9
 Ayim Pradinda Y
1
2
3
2
2
2
2
2
10
 Awang Nugiansari
3
3
3
3
3
3
3
3
11
 Bagus Elviandi
1
1
1
1
1
1
1
1
12
 Dwi Wahyuni
3
3
3
3
3
3
3
3
13
 Englis Prayoga
1
1
1
1
1
1
1
1
14
 Ervi Resdianti
3
3
3
3
3
3
3
3
15
 Fery Bima Nova E
3
3
3
3
3
3
3
3
16
 Heru Prayoga
2
2
2
2
2
2
2
2
17
 Eksandi Bayu J.S
3
3
3
3
3
3
3
3
18
 Indha Dwi Saputra
2
2
2
2
2
2
2
2
19
 Jesica Ardayupa N
3
3
3
3
3
3
3
3
20
 Jessixe Brili W.A
2
2
2
2
2
2
2
2
21
 Ven Ferari
3
3
3
3
3
3
3
3

Jumlah
51
52
53
52
52
52
52
52

Prosentase
80,95
82,53
84,12
82,53
82,53
82,53
82,53
82,53

Berdasarkan data di atas, pembelajaran IPA di kelas III dengan menggunakan Metode Praktikum dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Pada siklus I keaktifan mencapai 70,74% dan pada siklus II 81,17%. Hasil belajar pada siklus I 61,47% dan pada siklus II 77,14%.


B.     Pembahasan
Berdasarkan pengamatan pada siklus I dan II dalam tabel berikut ini :
Tabel Pengamatan Siklus I dan Siklus II

Siklus I
Siklus II
Aktifitas siswa
70,74
81,17
Hasil belajar
61,47
77,14

Keterangan :
75 %  -   100 % =   Baik sekali
50 %  -  75 %    =   Baik
25 %  -  50 %    =   Kurang
 0  %   -  25 %    =   Kurang Sekali
                                   
Berdasarkan data dari siklus I dan II dapat dikatakan bahwa pembelajaran metode praktikum dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA. Terbukti pada siklus I keaktifan siswa mencapai 70,74% dan hasil belajar mencapai 61,47%. Dengan perbaikan pembelajaran pada siklus II keaktifan siswa meningkat menjadi 81,17% dan hasil belajar mengalami peningkatan menjadi 77,14%. Terbukti bahwa dengan metode praktikum IPA maka kwalitas pelaksanaan pembelajaran naik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa benar menurut Sutarno dkk., (2007: 8.5) yang menyatakan tugas guru dalam mengajar antara lain membantu transfer belajar pada siswa.
Keaktifan siswa juga meningkat dari hasil siklus I yaitu 70,74% menjadi 81,17% pada siklus II. Hal tersebut wajar karena sete;ah diperbaiki pada siklus I sudah ada perbaikan yang berkaitan namun karena belum adanya pengalaman dalam pembelajaran IPA dengan metode praktikum ini masih mencapai 70,74%. Seiring bertambahnya pengalaman menumbuhkan kepercayaan diri pada siswa dan keberanian. Oleh sebab itu keaktifan siswa semakin baik sehingga mencapai 81,17%.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa benar menurut (William C. Carin, dalam Samsudin 2006: 1.7) yang menyatakann benar bahwa belajar tidak berpusat pada guru, tetapi anak harus lebih aktif. Dengan demikian terbukti bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran setelah penelitian semakin naik.
Sedangkan hasil belajar dengan metode praktikum juga mengalami peningkatan pada siklus I masih mencapai 61,47% dan pada siklus II mencapai 77,14%. Hal ini disebabkan karena seiring bertambahnya pengetahuan guru dan siswa dalam proses pembelajaran IPA dalam metode praktikum. Siswa semakin percaya diri, semakin berani berargumentasi, sementara guru semakin mapan memberikan pengarahan dan penjelasan kepada siswa. Dengan demikian proses pembelajaran semakin baik dan dapat menghasilkan hasil belajar yang semakin baik pula.

                                   

BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pembelajaran dengan metode praktikum dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA.
2.      Pembelajaran dengan metode praktikum dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

B.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka dapat dikemukakan saran :
1.      Bagi Guru
a.       Dalam pembelajaran IPA seharusnya menggunakan metode praktikum, karena dalam penelitian ini terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa.
b.      Dalam pembelajaran guru disarankan menmpatkan posisi sebagai fasilitator dan motivator agar siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran.

2.      Bagi Sekolah
a.       Disarankan bagi sekolah untuk mendukung memenuhi semua bahan yang dibutuhkan guru dalam pembelajaran.
b.      Disarankan bagi sekolah untuk membantu mendukung setiap usaha guru dalam meningkatkan keprofesionalannya misalnya melalui Penelitian Tindakan Kelas

3.      Bagi peneliti lain
a.       Peneliti lain bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam penelitian lain.
b.      Bila ingin melakukan penelitian yang sama disarankan untuk mencoba kelas lain, misalnya kelas V dan waktu penelitain diperpanjang agar lebih mantap.




22
 
 


DAFTAR PUSTAKA
    
Abin Syamsudin & Nanang Budiman. (2006). Profesi Keguruan 2. PGSD      4405/2SKS. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sutarno, N., dkk. (2007). Materi dan Pembelajaran PA di SD. PGSD4403/3SKS.      Jakarta : Universitas Terbuka.

Hernawan Herry, dkk. 2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. PGSD 4407/4SKS. Jakarta: Universitas Terbuka.





 
Surat Pernyataan Kesediaan Teman Sejawat
dalam Penyelenggaraan Pemantapan Kemampuan Profesional

Kepada :
UPBJJ-UT Malang
Di Malang

Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
Nama                        : BADRIYAH, S.Pd
NIP                          : 132 248 908
Tempat Mengajar     : SDN 2 Karanggandu, Kecamatan Watulimo
Alamat Sekolah        : RT. 19 RW. 07 Desa Karanggandu Kec. Watulimo

yang menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama :
Nama                           : SUNARSIH
NIM                            : 814 528 971
Program Studi             : S1 PGSD
Alamat Sekolah           : RT. 19 RW. 07 Desa Karanggandu Kec. Watulimo

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.




Mengetahui
Kepala SDN 2 Karanggandu



Sutoyo, S.Pd
NIP. 131 193 966
Karanggandu, 13 April 2009

Teman Sejawat



Badriyah, S.Pd
NIP. 132 248 908


Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I

Mata Pelajaran               : IPA
Pokok Bahasan              : Energi dan perubahannya
Sub Pokok Bahasan       : Gerak benda
Kelas/ Semester              : III/ II
Alokasi waktu                : 2 x 35 menit (1 pertemuan)

I.             Standar Kompetensi :
Memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi

II.          Kompetensi Dasar :
Menyimpulkan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh benda, bentuk dan ukuran

III.       Indikator :
-          Siswa dapat menyebutkan macam-macam gerak benda
-          Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri gerak benda berdasarkan percobaan

IV.       Tujuan Perbaikan Pembelajaran
-          Siswa dapat menyimpulkan macam-macam gerak benda
-          Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar

V.          Langkah-langkah Pembelajaran
A.    Kegiatan Awal
-         Tanya jawab tentang roda sepeda
-         Guru menjelaskan pokok bahasan
-         Guru menyiapkan bahan-bahan seperti kelereng, kertas dan air
-         Tanya jawab tentang gerak benda tersebut
B.     Kegiatan Inti
-         Tanya jawab tentang macam-macam gerak benda
-         Tanya jawab tentang ciri-ciri gerak benda
-         Siswa dibagi dalam 5 atau 6 kelompok
-         Setiap siswa dalam 1 kelompok mempraktekkan gerak benda
-         Setiap kelompok mengelompokkan gerak benda serta ciri-cirinya
-         Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas
C.     Kegiatan Akhir
-         Menjelaskan macam-macam gerak benda
-         Guru dan siswa merangkum materi yang dijelaskan tersebut

VI.       Metode
-          Ceramah
-          Praktikum
-          Tanya jawab
-          Diskusi kelompok

VII.    Alat / Bahan Ajar
-          Kelereng, kertas, air
-          Buku paket IPA kelas III
-          LKS

VIII. Penilaian
-          Lisan
-          Tes tulis





Teman Sejawat



Badriyah, S.Pd
NIP. 132248908


Kepala SDN 2 Karanggandu



Sutoyo, S.Pd
NIP. 131193966
Karanggandu, 14 April 2009

Mahasiswa



Sunarsih
NIM. 814528971


Lampiran 2

Lembar Kerja Siswa Siklus I

Sebutkan benda-benda di lingkungan sekitarmu yang bergerak dengan cara :
a.       Jatuh
1. ………………….
2. ………………….
3. ………………….
b.      Menggelinding
1. ………………….
2. ………………….
3. ………………….
c.       Memantul
1. ………………….
2. ………………….
3. ………………….
d.      Mengalir
1. ………………….
2. ………………….
3. ………………….

Lampiran 3

LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.    Siklus I
Mata Pelajaran         :   Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas                       :   III (Tiga)
Hari / Tanggal          :   14 April 2009
Tujuan Perbaikan     :   1.   Siswa mau menjawab pertanyaan dari guru yang diajukan kepada seluruh siswa
2.      Siswa mau mengajukan pertanyaan tentang materi pembelajaran
3.      Siswa bisa menjawab dengan benar pertanyaan dari guru
No
Perilaku yang diamati
Kemunculan
Keterangan
Ada
Tidak ada
1
Apersepsi

Tanya jawab sudah bisa memusatkan perhatian siswa dan sudah bisa digunakan untuk mengetahui kemapuan awal siswa
2
Menyampaikan tujuan

Tujuan sudah disampaikan sesuai yang tertulis dalam RPP
3
Membimbing siswa

Guru tidak memberikan bimbingan tentang apa yang harus diamati, diidentifikasi, namun hanya menugaskan pengamatan dan identifikasi
4
Memotivasi

Motivasi tidak diberikan
5
Pemantapan materi

Pemantapan materi diberikan dengan Tanya jawab dan penjelasan sambil membuka buku paket
6
Penerapan konsep

Dalam penerapan konsep siswa diminta untuk menentukan ciri-ciri gerak benda
7
Pemberian evaluasi

Evaluasi yang diberikan berupa pertanyaan sebanyak 10 soal






TABEL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

No
Aspek yang diamati
Keterangan
AK
CA
KA
1
Siswa mengajukan pertanyaan
10
2
9
2
Siswa menjawab pertanyaan
10
3
8
3
Siswa melakukan pengamatan
10
5
6
4
Siswa melakukan praktikum
9
6
6
5
Siswa melakukan identifikasi
10
5
6
6
 Berdiskusi
10
5
6
7
Ketepatan mengumpulkan tugas
9
5
6

Keterangan : AK = Aktif
                      CA = Cukup Aktif
                      KA = Kurang Aktif

Lampiran 4

TES AKHIR SIKLUS I

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1.      Air mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang ….
2.      Gerak memantul terjadi jika benda …. benda lain
3.      Gerakan air ketika dituang ke dalam gelas disebut gerakan ….
4.      Gerak benda dari atas ke bawah disebut gerak ….
5.      Buah mangga yang lepas dari tangkainya akan …. ke tanah
6.      Gerak benda dibedakan menjadi 5 yaitu….
7.      Bila bola dilemparkan ke atas maka akan….
8.      Contoh benda yang mengalir yaitu….
9.      Ciri gerak yang menggelinding adalah ….
10.  Gerak benda yang berbalik arah ketika mengenai benda yang keras disebut gerak ….

Kunci Jawaban
1.      rendah
2.      mengenai
3.      mengalir
4.      jatuh
5.      jatuh
6.      jatuh, menggelinding, memantul, berputar, mengalir
7.      jatuh ke bawah
8.      air, sirup, minyak
9.      gerak berputar sambil berpindah
10.  gerak memantul

Lampiran 5

RENCANA PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS II

Mata Pelajaran                  : IPA
Pokok Bahasan                 : Energi dan perubahannya
Sub Pokok Bahasan          : Hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
Kelas/ Semester                 : III/ II
Alokasi waktu                   : 2 x 35 menit (1 pertemuan)

II.          Standar Kompetensi :
Memahami berbagai cara gerak benda, hubungannya dengan energi dan sumber energi

III.       Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan hal-hal yang mempengaruhi gerak benda dan kegunaan gerak benda

IV.       Indikator :
-          Siswa dapat menyebutkan macam-macam gerak benda
-          Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri gerak benda berdasarkan percobaan

V.          Tujuan Perbaikan Pembelajaran
-          Siswa dapat menyimpulkan hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
-          Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar

VI.       Langkah-langkah Pembelajaran
A.    Kegiatan Awal
-         Tanya jawab tentang permukaan kasar
-         Guru menyiapkan air, kertas, kelereng, bola, papan
-         Tanya jawab tentang gerak benda tersebut
B.     Kegiatan Inti
-         Siswa dibagi menjadi 5 kelompok
-         Guru menjelaskan tentang proses praktikum
-         Melakukan percobaan tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
-         Diskusi hasil praktikum
-         Setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas
C.     Kegiatan Akhir
-         Menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
-         Guru bersama siswa merangkum materi yang dijelaskan tersebut
-         Memberikan tes tertulis

VII.    Metode
-          Ceramah
-          Demonstrasi
-          Tanya jawab
-          Praktikum
-          Diskusi kelompok

VIII. Alat / Bahan Ajar
-          Air, kertas, kelereng, bola, papan
-          Buku paket IPA kelas III
-          LKS

IX.       Penilaian
-          Lisan
-          Tes tulis






Teman Sejawat



Badriyah, S.Pd
NIP. 132248908


Kepala SDN 2 Karanggandu



Sutoyo, S.Pd
NIP. 131193966
Karanggandu, 21 April 2009

Mahasiswa



Sunarsih
NIM. 814528971



Lampiran 6

Lembar Kerja Siswa Siklus II

Sebutkan hal-hal yang mempengaruhi gerak benda 3 saja !
1.      …………………………………………..
2.      …………………………………………..
3.      …………………………………………..



Lampiran 7

LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

B.     Siklus II
Mata Pelajaran         :   Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas                       :   III (Tiga)
Hari / Tanggal          :   21 April 2009
Tujuan Perbaikan     :   1.   Siswa mau menjawab pertanyaan dari guru yang diajukan kepada seluruh siswa
4.      Siswa mau mengajukan pertanyaan tentang materi pembelajaran
5.      Siswa bisa menjawab dengan benar pertanyaan dari guru
No
Perilaku yang diamati
Kemunculan
Keterangan
Ada
Tidak ada
1
Apersepsi

Tanya jawab sudah bisa memusatkan perhatian siswa dan sudah bisa digunakan untuk mengetahui kemapuan awal siswa
2
Menyampaikan tujuan

Tujuan sudah disampaikan sesuai yang tertulis dalam RPP
3
Membimbing siswa

Guru sudah memberikan bimbingan tentang apa yang harus diamati, diidentifikasi, namun hanya menugaskan pengamatan dan identifikasi
4
Memotivasi

Motivasi sudah diberikan
5
Pemantapan materi

Pemantapan materi diberikan dengan Tanya jawab dan penjelasan sambil membuka buku paket
6
Penerapan konsep

Dalam penerapan konsep siswa diminta untuk menentukan ciri-ciri gerak benda
7
Pemberian evaluasi

Evaluasi yang diberikan berupa pertanyaan sebanyak 10 soal






TABEL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

No
Aspek yang diamati
Keterangan
AK
CA
KA
1
Siswa mengajukan pertanyaan
15
3
3
2
Siswa menjawab pertanyaan
15
3
3
3
Siswa melakukan pengamatan
14
4
3
4
Siswa melakukan praktikum
14
4
3
5
Siswa melakukan identifikasi
15
2
4
6
 Berdiskusi
14
3
4
7
Ketepatan mengumpulkan tugas
14
4
3

Keterangan : AK = Aktif
                      CA = Cukup Aktif
                      KA = Kurang Aktif




Lampiran 8

TES AKHIR SIKLUS II

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !
1.      Alat yang dipasang pada sepeda agar mudah menggelinding adalah….
2.      Permukaan yang kasar akan …. gerak
3.      Air adalah benda yang dapat bergerak ….
4.      Jalan berpasir adalah lintasan yang ….
5.      Buah jeruk yang lepas dari tangkainya akan …. ke tanah
6.      Yang mempengaruhi gerak benda antara lain ….
7.      Sepeda yang berjalan pada permukaan yang halus dan sepeda yang berjalan di permukaan yang kasar akan lebih cepat ….
8.      Antara bola plastik yang masih bagus dan bola plastik yang sudah penyok, bila dilepaskan di lintasan miring akan lebih cepat bola yang ….
9.      Roda mobil berbentuk bundar agar ….
10.  Kegunaan air mengalir adalah ….

Kunci Jawaban
1.      roda
2.      memperlambat
3.      mengalir
4.      kasar
5.      jatuh
6.      luas permukaan benda, bentuk permukaan benda, bentuk permukaan lintasan
7.      sepeda yang berjalan dipermukaan yang halus
8.      lebih cepat bola yang masih bagus
9.      mudah menggelinding
10.  membersihkan kotoran, memutar generator

Lampiran 9

INSTRUMEN LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

No
Perilaku yang diamati
Kemunculan
Keterangan
Ada
Tidak ada
1
Apersepsi



2
Menyampaikan tujuan



3
Membimbing siswa



4
Memotivasi



5
Pemantapan materi



6
Penerapan konsep



7
Pemberian evaluasi









TABEL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

No
Aspek yang diamati
Keterangan
AK
CA
KA
1
Siswa mengajukan pertanyaan



2
Siswa menjawab pertanyaan



3
Siswa melakukan pengamatan



4
Siswa melakukan praktikum



5
Siswa melakukan identifikasi



6
 Berdiskusi



7
Ketepatan mengumpulkan tugas




Keterangan : AK = Aktif
                      CA = Cukup Aktif
                      KA = Kurang Aktif

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar